SEMARANG, KOMPAS.TV - Banjir masih menggenangi ruas Jalan Kaligawe dengan ketinggian air antara 30 cm hingga 70 cm.
Rekayasa lalu lintas pun diterapkan untuk memperlancar pergerakan kendaraan di kawasan tersebut.
Ruas Jalan Pantura Kaligawe, Semarang, yang masih tergenang banjir, terpantu mulai dari titik Kaligawe Sawah Besar hingga Simpang Terboyo.
Kendaraan didominasi truk-truk bertonase besar, terpantu masih berjalan pelahan dan mengantre karena hanya menggunakan satu lajur dari arah Semarang menuju Demak dan sebaliknya.
Banjir juga membuat warga yang akan melalui Jalan Kaligawe Sawah Besar menuju Rumah Sakit Islam Sultan Agung terhambat.
Sutrisno, warga asal Purwodadi, Jawa Tengah, yang hendak mengantarkan istrinya menjalani kemoterapi, terpaksa menumpang truk yang melintas untuk menuju titik terdekat lalu kembali berjalan kaki menerjang banjir untuk ke rumah sakit.
Sutrisno mengatakan beruntung ada sejumlah pengemudi truk yang bersedia memberinya tumpangan.
Jalur rel yang terdampak banjir di Jalan Stasiun Semarang Tawang-Alastua sudah bisa dilalui. Meskipun perjalanan kereta ada keterlambatan akibat adanya pembatasan kecepatan, namun tidak ada jadwal perjalanan yang dibatalkan maupun memutar.
KAI masih memberlakukan pembatasan kecepatan di jalur hulu dengan kecepatan 40 kilometer per jam dan di jalur hilir dengan kecepatan 20 kilometer per jam.
KAI terus berupaya melakukan normalisasi jalur di lokasi terdampak agar dapat dilalui dengan kecepatan normal sehingga tidak ada keterlambatan perjalanan.
Baca Juga Warga Jakarta Siap-Siap, Pramono Ingatkan Waspada Banjir Rob 6-8 November 2025 di https://www.kompas.tv/regional/627005/warga-jakarta-siap-siap-pramono-ingatkan-waspada-banjir-rob-6-8-november-2025
#banjir #semarang #kaligawe
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/627023/kisah-warga-terjang-banjir-di-jalan-kaligawe-numpang-truk-antar-istri-kemoterapi-ke-rs